Mahasiswa Informatika Telkom University Ajarkan AI ke Siswa SMP

20 June 2026

Di tengah semakin akrabnya generasi muda dengan teknologi digital, sekelompok mahasiswa Informatika untuk Masyarakat dari Telkom University menghadirkan pendekatan yang menarik dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melalui workshop bertajuk “Don’t Fall in Love with AI: Learn with It, Not Depend on It”, mereka mengajak siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Purwokerto untuk mengenal AI bukan sebagai jalan pintas, melainkan sebagai media pembelajaran yang cerdas dan bertanggung jawab.

Workshop dua hari di SMP Negeri 5 Purwokerto tekankan penggunaan AI secara bijak untuk membantu
persiapan ujian.

Workshop dua hari di SMP Negeri 5 Purwokerto tekankan penggunaan AI secara bijak untuk membantu persiapan ujian.

Pada hari pertama, peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Tim pelaksana juga memberikan contoh penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari agar siswa melihat bahwa teknologi ini bukan sesuatu yang jauh dari keseharian mereka. Setelah itu, siswa diajak memahami bagaimana AI bisa digunakan untuk mendukung proses belajar, mulai dari mencari referensi, memperjelas materi yang sulit, hingga membantu menyusun ringkasan pembelajaran.

Memasuki hari kedua, suasana workshop menjadi lebih interaktif. Siswa kelas VIII diberi kesempatan untuk praktik langsung menggunakan AI dalam proses belajar. Mereka mencoba membuat rangkuman materi, menyusun latihan soal, hingga mengevaluasi jawaban secara mandiri. Selain itu, tim juga mengajak peserta mengeksplorasi fitur lain, termasuk membuat gambar menggunakan AI, sebagai pengenalan awal terhadap luasnya pemanfaatan teknologi ini. Selama praktik berlangsung, mahasiswa mendampingi siswa agar penggunaan AI tetap berada pada tujuan pembelajaran yang benar.

Tak hanya soal keterampilan teknis, workshop ini juga menaruh perhatian besar pada etika penggunaan AI. Siswa diingatkan agar tidak menyalin jawaban tanpa memahami isi materi dan tidak menjadikan AI sebagai pengganti proses berpikir. Pesan utamanya sederhana: AI boleh membantu, tetapi pemahaman tetap harus dibangun oleh siswa sendiri.

Dari sisi pelaksanaan, kegiatan ini melibatkan koordinasi antara tim mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak sekolah. SMP Negeri 5 Purwokerto berperan mendukung penyediaan tempat, mengoordinasikan peserta, serta mendampingi jalannya kegiatan agar workshop berjalan tertib dan efektif. Dengan durasi yang disesuaikan pada pukul 07.00–09.00, kegiatan tetap selaras dengan agenda akademik siswa tanpa mengganggu pembelajaran di sekolah.

Hasil pelaksanaan menunjukkan respons yang positif. Berdasarkan umpan balik yang diberikan peserta, sebagian besar menilai materi mudah dipahami dan demonstrasi AI membantu mereka memahami teknologi tersebut. Banyak siswa juga menilai penyampaian pemateri jelas, seru, dan tidak membosankan. Bahkan, aspek keterlibatan peserta dalam tanya jawab dan diskusi juga mendapatkan tanggapan yang baik, menandakan suasana workshop berjalan aktif dan komunikatif.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sukses mengedukasi siswa bahwa AI adalah alat pendukung belajar yang efektif, bukan sekadar jalan pintas untuk mencari jawaban. Melalui workshop ini, mahasiswa Informatika untuk Masyarakat Telkom University membuktikan bahwa jika dikenalkan dengan tepat, AI bukanlah ancaman bagi pendidikan, melainkan teman belajar yang mampu mendorong siswa menjadi lebih mandiri, kritis, dan bertanggung jawab. Penasaran seperti apa kegiatannya? Simak video berikut!

Secret Link