Workshop “Think Before You Click” Latih Pelajar Purwokerto Aman di Internet

20 June 2026

Pesatnya perkembangan teknologi di era digital telah menjadikan internet sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Di sisi lain, ancaman kejahatan siber seperti penipuan daring (scam), pencurian data pribadi, hingga taktik memancing informasi sensitif (phishing) terus meningkat tajam dan menyasar kelompok usia muda sebagai target yang rentan.

Merespons kondisi tersebut, sekaligus menyikapi hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, sebuah langkah proaktif perlu diambil. Ketika pelajar memasuki usia 16 tahun dan memperoleh kebebasan penuh di dunia maya, mereka membutuhkan bekal kompetensi digital yang mumpuni agar mampu melindungi diri secara mandiri di ruang siber.

Menjawab tantangan tersebut, tim dari S1 Teknik Informatika yang berada di bawah bimbingan Aulia Desy Nur Utomo, S.Kom., M.Cs., menggelar workshop “Think Before You Click” bagi siswa SMAN 4 Purwokerto. Kegiatan yang diketuai mahasiswa Anisah Syifa Mustika Riyanto bersama anggota tim Anisa Yasaroh, Fitri Kusumaningtyas, dan Trie Nabilla Farhah ini bertujuan membekali generasi muda keterampilan praktis dalam menghadapi ancaman digital. Peserta diajak membedah modus penipuan daring masa kini seperti iming-iming hadiah palsu, pinjaman online ilegal, akun bodong, dan jebakan tautan berbahaya. Melalui pemahaman ini, pelajar diharapkan mampu melindungi diri sendiri sekaligus menjadi agen penggerak literasi digital di lingkungannya.

Pendekatan Interaktif dan Praktik Langsung

Agar materi keamanan siber tidak membosankan dan mudah diserap oleh remaja, pelaksanaan workshop dirancang sangat interaktif dan partisipatif. Tim Telkom University meninggalkan gaya ceramah satu arah dan menggantinya dengan kombinasi diskusi, kuis, serta simulasi kasus nyata.

Kegiatan diawali dengan tes awal (pretest) untuk mengukur pemahaman dasar peserta, disusul dengan sesi pematerian inti. Topik yang dibahas mencakup pengelolaan jejak digital, cara membuat kata sandi yang kuat, serta pentingnya mengaktifkan perlindungan Autentikasi Dua Faktor (2FA). Siswa SMAN 4 Purwokerto juga dibekali materi anti scam untuk mengenali ciri ciri penipuan dan cara mengecek keaslian sebuah situs web.

Di sela sela materi yang padat, panitia menyisipkan sesi pencair suasana (ice breaking) dan pembagian hadiah hiburan (doorprize) untuk menjaga antusiasme peserta.

Antusiasme pelajar ketika mengikuti sesi simulasi

Antusiasme memuncak saat peserta masuk ke sesi simulasi. Dalam aktivitas bertajuk “Klik atau Skip”, kelompok pelajar ditantang untuk mengidentifikasi apakah sebuah pesan atau tautan merupakan jebakan penipuan atau bukan. Pada sesi studi kasus, mereka membedah skenario korban penipuan untuk mencari letak kesalahan, mengenali tanda bahaya yang terlewat, serta mempraktikkan langsung pembuatan sandi aman menggunakan aplikasi autentikator SIKACI.

Tidak berhenti pada teori, peserta juga diajak melakukan “Audit Akun” secara langsung. Dengan pendampingan fasilitator mahasiswa, mereka meninjau keamanan akun media sosial masing masing, memperkuat kata sandi, hingga mengatur ulang setelan privasi.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tes akhir (post test) untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, sekaligus menggaungkan kembali slogan keselamatan digital utama yakni “Stop, Think, Check”. Melalui program edukasi terpadu di SMAN 4 Purwokerto ini, diharapkan risiko kejahatan siber di kalangan pelajar dapat ditekan, demi mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang aman, sehat, dan produktif.

Secret Link