Tingkatkan Jangkauan Pasar, Telkom University Purwokerto Bangun Website Pemasaran untuk Obyek Wisata Curug Song
Pengembangan media promosi untuk Obyek Wisata Curug Song yang terletak di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas, memiliki daya tarik alam yang besar.
Namun, pada era digital saat ini, potensi keindahan alam saja perlu didukung oleh strategi pemasaran digital yang kuat. Strategi ini sangat penting agar bisa menjangkau audiens yang lebih luas.
Melihat peluang tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Telkom University Purwokerto (TUP) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah membantu pihak manajemen Curug Song dalam memperluas target pasar. Hal ini diwujudkan melalui pembuatan website promosi resmi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan spesifik pihak pengelola.
Sinergi Tim TUP dan Manajemen Wisata Curug Song
Program ini berjalan berkat kolaborasi aktif antara pihak kampus dan manajemen obyek wisata. Dari Telkom University Purwokerto, kegiatan ini dipimpin oleh tim dosen yang beranggotakan Ipam F.A dan Resad Setyadi.
Pihak dosen juga melibatkan mahasiswa Program Studi Informatika angkatan 2023. Mereka adalah Fadhilah Solehah, Haifa Az-Zahra, dan Rafi Ubaid. Keterlibatan ini menjadi bagian dari implementasi ilmu perkuliahan langsung di lapangan.
Sementara itu, dari pihak manajemen Obyek Wisata Curug Song, kegiatan ini dikawal langsung oleh Pak Maiman selaku Manajer Umum.
Kegiatan ini juga didampingi oleh Bu Catur dari divisi Pemasaran (Marketing), serta didukung oleh 3 hingga 4 orang staf operasional lapangan.
Enam Tahapan Pengembangan Website Curug Song
Agar website yang dihasilkan benar-benar fungsional dan tepat sasaran, pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi enam tahapan terstruktur. Proses pengerjaan ini berlangsung sejak April hingga Juni 2026.
1. Persiapan dan Koordinasi (Awal April 2026 – Onsite)
Langkah awal dimulai dengan pertemuan tatap muka langsung di kantor manajemen Curug Song. Tahap ini difokuskan untuk menyamakan persepsi dan menentukan target utama. Tim juga menyusun garis besar informasi apa saja yang wajib ditampilkan pada website penunjang promosi nantinya.
2. Survei dan Analisis Kebutuhan Pemasaran (29 April 2026 – Onsite)
Tim TUP kembali berkunjung ke lokasi untuk melakukan analisis kebutuhan secara mendalam. Bersama Bu Catur dari divisi Marketing, tim mengidentifikasi karakteristik target pengunjung dan kendala promosi selama ini. Mereka juga memetakan fitur-fitur penting yang dibutuhkan. Mahasiswa Informatika kemudian mencatat data ini untuk menyusun konsep antarmuka website (User Interface) agar ramah pengguna.
3. Pengembangan Website (Mei 2026 – Terpisah)
Proses berlanjut ke tahap teknis coding dan pengembangan sistem. Tahap ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa di kampus TUP. Di tahap ini, struktur website mulai dibangun. Prosesnya mencakup integrasi galeri foto, informasi harga tiket, penunjuk arah, serta optimalisasi performa agar website ringan diakses baik melalui komputer maupun ponsel pintar.
4. Implementasi dan Uji Coba Website (Juni 2026 – Terpisah)
Sebelum dipublikasikan, website masuk ke tahap uji coba (testing). Tim TUP melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh menu berfungsi dengan baik, meminimalkan error (bug), dan memastikan aspek keamanan dasar pada website telah terpenuhi.
5. Pelatihan Pengelolaan Website (Juni 2026 – Onsite)
Sebuah website tidak akan berfungsi optimal jika tidak diperbarui secara berkala. Oleh karena itu, tim TUP mengadakan pelatihan langsung bagi manajemen Curug Song. Pak Maiman, Bu Catur, dan para staf dipandu langkah demi langkah. Mereka belajar cara mengoperasikan halaman dashboard admin, mengubah informasi operasional, hingga mengunggah dokumentasi kegiatan wisata yang baru.
6. Evaluasi dan Perbaikan (Juni 2026 – Daring)
Sebagai penutup, tim mengadakan sesi evaluasi akhir secara daring melalui platform meeting online. Tahap ini digunakan untuk mendengar masukan langsung dari pihak manajemen setelah mereka mencoba mengelola website secara mandiri. Beberapa perbaikan minor langsung diterapkan berdasarkan hasil diskusi tersebut untuk menyempurnakan hasil akhir.
Dampak Nyata Website Bagi Wisata Curug Song
Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan produk teknologi berupa website. Program ini juga berfokus pada transfer pengetahuan kepada pengelola.
Dengan adanya pelatihan pengelolaan secara mandiri, pihak manajemen Curug Song kini memiliki kontrol penuh untuk mengaktifkan strategi pemasaran digital mereka.
Pak Maiman menyampaikan bahwa keberadaan website ini sangat membantu memperjelas profil destinasi di internet, khususnya pada area Kecamatan Kebasen, Banyumas.
Baging para mahasiswa yang terlibat, proyek ini memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi klien nyata. Mereka juga belajar menyelesaikan masalah teknis yang sesuai dengan kebutuhan riil di industri maupun masyarakat.