
Sekilas tentang Alat Deteksi Kelayakan Air
Alat deteksi kelayakan air ini dirancang untuk mengukur kualitas air yang digunakan untuk mandi menggunakan sensor PH-450C, DS18B20, dan sensor TDS, serta didukung oleh algoritma Decision Tree untuk pengambilan keputusan otomatis. Proyek ini juga mengintegrasikan aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna untuk memonitor status kualitas air secara real-time, memberikan informasi yang jelas mengenai pH, suhu, dan kandungan mineral dalam air.
Alasan alat ini dibuat
Berdasarkan hasil studi lapangan di berbagai wilayah Indonesia, diketahui bahwa air yang tidak melalui proses penjernihan rentan mengandung mikroorganisme patogen dan kontaminan kimia berbahaya bagi kesehatan, seperti Escherichia coli, logam berat, dan residu pestisida. Untuk itu, diperlukan alat yang dapat membantu masyarakat dalam memeriksa kelayakan air secara cepat dan tepat.
Cara Kerja Sistem
Alat ini mengumpulkan data dari berbagai sensor untuk mengukur kualitas air, kemudian data tersebut diproses menggunakan algoritma Decision Tree untuk menentukan apakah air layak digunakan. Hasil analisis ditampilkan dalam aplikasi mobile WATRIC yang menunjukkan nilai pH, suhu, dan kandungan mineral (TDS) air, dengan indikator apakah air layak atau tidak digunakan.
Fitur Utama Sistem
- PH-450C Sensor Mengukur tingkat keasaman air (pH) yang sangat penting untuk mengetahui kualitas air dan apakah air tersebut aman untuk digunakan.
- DS18B20 Sensor Mengukur suhu air, yang juga berpengaruh terhadap kelayakan air mandi.
- TDS Sensor Mengukur total padatan terlarut (TDS), yang menunjukkan konsentrasi mineral dalam air.
- Algoritma Decision Tree Menganalisis hasil dari berbagai sensor untuk menentukan apakah air layak digunakan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan.
- Mobile Monitoring Aplikasi WATRIC menyediakan tampilan visual untuk status kualitas air secara langsung di perangkat mobile, memungkinkan pengguna untuk memonitor kualitas air dengan mudah.
Proyek ini dikembangkan oleh mahasiswa kelas S1IF-10-07, Teknik Informatika Telkom University Purwokerto:
Riftian Dimas Adriano, Muhammad Faiz Arkan Herwanto, Andra Kubaik Achmad, Marchell Nova Aura, dan Muhammad Fikri Fauzi.